Listeners:
Top listeners:
play_arrow
Radio Gentara Dangdutnya Indonesia
play_arrow
Gentara Campursari Campursarine Indonesia
play_arrow
Gentara Wayangan Substation Gentara Wayangan
Karangtengah, Wonogiri — Di tengah tantangan geografis dan cuaca yang tidak bersahabat, para petugas inseminasi dan kesehatan hewan di Kecamatan Karangtengah menunjukkan dedikasi tinggi dalam upaya mengendalikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Meski medan yang harus dilalui sering kali ekstrem, mereka tetap turun lapangan untuk memberikan layanan vaksinasi dan pengawasan kesehatan ternak di pedesaan.
Sabtu, 7 Februari 2026, tim petugas kesehatan hewan bekerja penuh semangat di Dusun Soko, Desa Ngambarsari, melakukan vaksinasi PMK pada ternak sapi milik warga setempat. Vaksinasi ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan hewan terhadap virus PMK, menekan risiko penularan, dan menjaga stabilitas usaha peternakan lokal — sektor penting bagi ekonomi pedesaan. Tantangan yang dihadapi bukan hanya cuaca ekstrem, tetapi juga kondisi jalan yang sulit diakses.
Koordinator Petugas Peternakan Kecamatan Karangtengah, Suratno, menyatakan bahwa meskipun kondisi medan dan cuaca tidak mudah, semangat tim tetap tinggi. “Medan ekstrem tidak menjadi alasan untuk berhenti. Kami terus bergerak demi kesehatan ternak dan keberlangsungan perekonomian peternak,” ujarnya. Tim yang terdiri dari beberapa petugas inseminasi seperti Henry, Arif, dan Gatot berhasil mencapai target lebih dari 100 dosis vaksin PMK dalam satu hari, bagian dari total **400 dosis yang menjadi target vaksinasi selama lima hari pelaksanaan.
Upaya ini bukan hanya soal menyuntikkan vaksin, tetapi juga melibatkan monitoring kesehatan hewan, sosialisasi kepada peternak, serta koordinasi intensif dengan pemerintah desa dan puskeswan setempat. Petugas pun menghimbau agar peternak secara aktif memantau kondisi ternak mereka dan segera melapor bila ditemukan gejala penyakit seperti luka di mulut atau kaki — ciri khas PMK yang menyerang hewan ruminansia.
Meski fokus utama adalah vaksinasi, tenaga lapangan juga menyampaikan pesan penting tentang langkah preventif yang harus dilakukan di tingkat peternakan. Hal ini mencakup menjaga kebersihan kandang, memantau lalu lintas keluar masuk hewan ternak, serta menerapkan biosekuriti untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus. Penerapan vaksinasi PMK di berbagai daerah, termasuk distribusi ribuan dosis oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian, merupakan bagian dari strategi nasional dalam menekan wabah PMK yang masih mengancam populasi ternak di banyak wilayah.
Program vaksinasi seperti yang dilakukan di Karangtengah sejalan dengan langkah pemerintah untuk memastikan vaksin tersedia di daerah dan diprioritaskan di lokasi dengan risiko tinggi penyebaran PMK. Tidak hanya petugas kesehatan hewan, tetapi berbagai elemen termasuk dokter hewan, paramedik veteriner hingga petugas inseminasi ikut terlibat demi keberhasilan program ini.
Camat Karangtengah, Lilik Hendratno, memberikan apresiasi atas kerja keras tim di lapangan dan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus PMK di wilayah kecamatan tersebut. Ia mengimbau seluruh warga dan peternak untuk tetap waspada dan berpartisipasi aktif dalam vaksinasi serta langkah pencegahan.
Upaya gencar ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan medan dan kondisi alam yang sulit, kerja sama lintas petugas kesehatan hewan, pemerintah desa, dan peternak sendiri mampu membawa perubahan positif dalam penanganan PMK. Sebuah contoh nyata bagaimana kerja keras di tingkat lokal berkontribusi pada tanggung jawab nasional dalam menjaga kesehatan hewan dan ketahanan pangan.
Written by: Fatma Nugrahani
Lokal Wonogiri Petugas Lapangan PMK Ternak Sehat Vaksinasi Ternak
Post comments (0)