Kabar Dangdut

Audisi D’Academy 8 Makassar Diserbu Peserta Daerah

todayApril 28, 2026 21

Background
share close

Suasana di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar terasa berbeda. Sejak matahari belum tinggi, ratusan anak muda sudah memadati lokasi. Mereka datang bukan sekadar mencoba peruntungan, tetapi membawa mimpi besar: menjadi bintang dangdut masa depan lewat ajang D’Academy 8.

Audisi offline yang digelar oleh Indosiar pada 26 April 2026 itu menjadi salah satu titik penting pencarian bakat di Indonesia. Antusiasme terasa sejak pagi hari. Peserta datang berbondong-bondong, bahkan rela antre demi mendapatkan kesempatan tampil di hadapan juri.

Menariknya, audisi ini tak hanya diikuti oleh warga Makassar. Banyak peserta datang dari luar daerah, bahkan luar provinsi. Mulai dari Kotawaringin di Kalimantan Tengah, Palu di Sulawesi Tengah, Kolaka di Sulawesi Tenggara, hingga Mamuju Tengah di Sulawesi Barat. Mereka menempuh perjalanan jauh demi satu panggung: D’Academy.

Bagi mereka, audisi ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah peluang untuk mengubah hidup. Di antara keramaian itu, suara-suara latihan terdengar bersahut-sahutan. Ada yang gugup, ada yang percaya diri, tapi semuanya membawa harapan yang sama.

Acara ini juga semakin meriah dengan kehadiran alumni dangdut ternama seperti Selfi Yamma dan Andi Syaqirah. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pengisi acara, tetapi juga pemberi semangat bagi para peserta.

Selfi Yamma bahkan membagikan pesan sederhana namun bermakna: rajin latihan dan terus belajar. Baginya, teknik bisa berkembang seiring waktu, tetapi konsistensi adalah kunci utama.

Audisi di Makassar ini menjadi bukti bahwa dangdut masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Dari berbagai daerah, generasi muda terus bermunculan membawa warna baru dalam musik tradisional ini.

Tak berhenti di Makassar, rangkaian audisi D’Academy 8 masih akan berlanjut ke berbagai kota lain di Indonesia. Memberikan kesempatan yang sama bagi siapa pun yang berani bermimpi dan berusaha.

Di balik panggung sederhana dan antrean panjang itu, tersimpan ratusan cerita. Tentang perjuangan, harapan, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *