Listeners:
Top listeners:
play_arrow
Radio Gentara Dangdutnya Indonesia
play_arrow
Gentara Campursari Campursarine Indonesia
play_arrow
Gentara Wayangan Substation Gentara Wayangan
WONOGIRI — Jelang pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana di Pasar Wonogiri berubah seiring dinamika kebutuhan pangan harian. Bukan hanya aroma kuliner berbuka yang terasa di lorong-lorong pasar, tetapi juga deretan angka harga yang terus bergerak naik. Telur ayam, cabai, dan daging ayam menjadi tiga komoditas yang paling menyita perhatian pembeli dan pedagang karena harga merangkak naik dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.
Sejak awal Ramadhan, pedagang di Pasar Wonogiri mulai merasakan lonjakan permintaan dari warga yang ingin menyiapkan hidangan berbuka puasa dan sahur. Permintaan yang lebih tinggi dari biasanya membuat stok beberapa komoditas menipis secara berkala, dan konsekuensinya adalah kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional tersebut.
Salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga signifikan adalah telur ayam. Telur bukan hanya bahan pokok bagi banyak keluarga untuk memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga sering digunakan dalam beragam masakan khas Ramadhan. Karena peningkatan permintaan, harga telur di Pasar Wonogiri dilaporkan mulai bergerak naik — sebuah tanda bahwa pola konsumsi masyarakat berubah saat bulan puasa.
Cabai juga ikut menjadi barang yang harganya merangkak naik. Cabai merah dan cabai rawit sering kali menjadi komoditas yang paling fluktuatif di pasar tradisional. Faktor cuaca, biaya produksi, dan permintaan rumah tangga yang meningkat pada Ramadhan membuat harga cabai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional di Indonesia, termasuk di Wonogiri.
Sementara itu, harga daging ayam tak luput dari tekanan musim Ramadhan. Daging ayam merupakan sumber protein utama di banyak hidangan, termasuk menu berbuka dan sahur. Kenaikan permintaan daging ayam ini membuka ruang bagi pedagang untuk menyesuaikan harga di atas harga normal, sehingga memicu kenaikan harga di lapak-lapak pasar.
Para pembeli yang datang ke pasar menyatakan bahwa kenaikan harga ini membuat perencanaan belanjaan rumah tangga harus lebih diperhatikan. Banyak yang beralih memilih komoditas yang lebih murah, mengurangi jumlah pembelian bahan tertentu, atau mencari pasar alternatif untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Seorang pedagang sayur di Pasar Wonogiri menyebutkan bahwa lonjakan pembelian cabai dan daging ayam semakin terlihat sejak awal Ramadan. Ia mengatakan bahwa banyak pembeli yang menanyakan harga terbaru setiap harinya karena perubahan harga terjadi cepat dan cukup signifikan dalam beberapa minggu terakhir.
Pengamat ekonomi lokal menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok seperti telur, cabai, dan daging ayam pada Ramadhan bukanlah fenomena baru. Kenaikan ini sering kali terjadi karena pola konsumsi masyarakat meningkat di bulan puasa, terutama untuk bahan pangan yang menjadi favorit dalam hidangan buka puasa dan sahur.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama dinas terkait biasanya terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar. Langkah koordinasi seperti operasi pasar dan dialog dengan pedagang lokal sering menjadi bagian dari respons terhadap dinamika harga di pasar.
Kenaikan harga telur, cabai, dan daging ayam di Pasar Wonogiri pada Ramadhan mencerminkan tekanan musiman terhadap bahan pokok. Warga dan pedagang sama-sama menyesuaikan strategi belanja dan penjualan mereka, sementara otoritas setempat terus berupaya menjaga kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut selama bulan puasa.
Written by: Fatma Nugrahani
Harga Pangan Lokal Wonogiri Ramadhan 2026
Post comments (0)