Kabar Wonogiri

Bupati Wonogiri Temui Pedagang Bahas Pasar Slogohimo

todayFebruari 12, 2026 24

Background
share close

Setelah hampir tiga tahun berlalu sejak kebakaran hebat yang melanda Pasar Slogohimo di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada 28 September 2023, harapan pedagang untuk memulihkan aktivitas ekonomi mereka kian nyata. Rencana pembangunan kembali pusat perdagangan yang menjadi nadi perekonomian lokal itu kini memasuki tahap sosialisasi serius, setelah pemerintah daerah mengadakan pertemuan dengan ratusan pedagang di tempat pasar itu berdiri.

Pada Selasa (10/2/2026), Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, anggota DPRD dari Dapil III, dan Forkopimcam Slogohimo duduk bersama sekitar 400 pedagang Pasar Slogohimo dalam forum audiensi yang digelar di Pendopo Kecamatan Slogohimo. Pertemuan ini berlangsung tertib dan kondusif, membahas rencana pembangunan kembali pasar yang telah menjadi saksi kehidupan ekonomi masyarakat setempat selama puluhan tahun.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widyawati, menjelaskan bahwa pembangunan akan dimulai pada 2026 dengan konsep pasar yang tetap satu lantai. Lokasi pasar pun akan ditata ulang, dimundurkan sekitar 14 meter dari as jalan demi alasan keselamatan dan ruang publik yang lebih baik. Proyek ini diperkirakan menghabiskan biaya sekira Rp 17,17 miliar, yang bersumber dari bantuan provinsi sebesar Rp 10 miliar dan sisanya dari APBD Wonogiri.

Proses lelang untuk pembangunan pasar direncanakan berlangsung dari Februari hingga Maret 2026, dengan pengerjaan fisik mulai April hingga November. Targetnya, pasar baru akan diresmikan pada Desember 2026. Bupati menggarisbawahi pentingnya pembangunan ini bagi masa depan para pedagang dan masyarakat Slogohimo secara umum.

Tak hanya mendengarkan penjelasan pemerintah, pertemuan ini juga menjadi momen bagi pedagang menyampaikan aspirasi mereka. Para pedagang berharap agar ukuran los yang direncanakan tidak terlalu kecil sehingga tetap layak dipakai berjualan. Mereka juga menegaskan keinginan agar pasar dibangun dengan desain tradisional satu lantai seperti sebelumnya, agar tidak mengurangi daya tarik bagi pembeli lokal sekaligus memudahkan akses.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Slogohimo, Joko Pranowo, mengatakan bahwa meski pasar darurat telah dibangun setelah kebakaran, namun aktivitas ekonomi belum pulih sepenuhnya. Banyak pedagang yang merasa pasar darurat kurang ramai lantaran persaingan dengan penjualan daring dan lokasi yang kurang strategis. Mereka berharap dengan pasar permanen yang baru, kehidupan ekonomi bisa kembali bangkit.

Rencana pembangunan Pasar Slogohimo tidak sekadar soal bangunan fisik, tetapi juga bagian dari proses pemulihan ekonomi yang sempat terhenti akibat musibah kebakaran. Pedagang berharap pasar baru dapat menjadi pusat transaksi yang nyaman, aman, dan mampu menarik lebih banyak pembeli dari wilayah sekitarnya. Selain itu, tatanan pasar yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil dan menengah di kawasan itu.

Bupati Setyo Sukarno menegaskan bahwa upaya ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kembali fasilitas publik yang rusak, sekaligus memastikan para pedagang lama mendapatkan tempat berjualan secara layak dan tanpa biaya tambahan pada pasar yang dibangun kembali. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Pasar Slogohimo akan hidup kembali dan menjadi basis ekonomi yang kuat di Wonogiri.

Dengan perencanaan matang dan keterlibatan pedagang secara langsung dalam pengambilan keputusan, pembangunan Pasar Slogohimo diharapkan tidak hanya memperbaiki struktur fisik, tetapi juga memulihkan semangat berusaha para pelaku UMKM lokal yang telah lama menunggu momen kebangkitan ini.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Cover Art