Kabar Wonogiri

Angin Kencang Terjang Jatipurno, Rumah dan Sekolah Rusak

todayMaret 7, 2026 41

Background
share close

Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Wonogiri. Hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah pada Rabu sore, (4/03/2026). Kecamatan Jatipurno menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah, menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta beberapa fasilitas umum dan pendidikan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 hingga 17.00 WIB ketika hujan deras turun disertai angin berkecepatan tinggi. Kondisi cuaca ekstrem itu membuat sejumlah bangunan tidak mampu menahan terpaan angin sehingga mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Wonogiri mencatat bahwa dampak kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap bangunan yang terlepas akibat terpaan angin.

Berdasarkan laporan sementara, puluhan rumah warga di Kecamatan Jatipurno mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat. Sekitar 50 rumah dilaporkan rusak ringan hingga sedang, sementara beberapa lainnya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap dan struktur bangunan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Di antaranya kantor kelurahan setempat yang mengalami kerusakan pada bagian atap, serta beberapa fasilitas pendidikan yang terdampak akibat angin kencang dan pohon tumbang. Selain itu, beberapa tiang listrik dilaporkan patah dan sejumlah pohon tumbang di sekitar permukiman warga.

Tidak hanya di Jatipurno, cuaca ekstrem tersebut juga berdampak pada beberapa kecamatan lain di Kabupaten Wonogiri seperti Selogiri, Ngadirojo, Girimarto, Puhpelem, Bulukerto, Slogohimo, hingga wilayah Kota Wonogiri. Namun dari seluruh wilayah yang terdampak, Jatipurno tercatat sebagai salah satu daerah dengan kerusakan paling signifikan.

Meski menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun beberapa warga sempat mengungsi sementara karena rumah mereka rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

Setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD, aparat kecamatan, perangkat desa, relawan, serta masyarakat langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Mereka melakukan pendataan kerusakan, membersihkan material pohon tumbang, serta membantu warga memperbaiki rumah yang rusak.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan yang masih berlangsung di wilayah Solo Raya. Warga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang serta segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat datang secara tiba-tiba dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kerja sama antara pemerintah dan warga menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Cover Art