Nasional

Tanggul Citarum Jebol, 553 KK Muaragembong Terendam Banjir

todayJanuari 22, 2026 13

Background
share close

Senin malam, 19 Januari 2026, jaringan tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi gagal menahan derasnya aliran air setelah hujan deras beberapa hari terakhir. Akibatnya, tanggul sepanjang sekitar delapan meter itu jebol, melepaskan luapan air yang menggenangi permukiman warga di beberapa kampung di wilayah pesisir tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.50 WIB ketika debit air Sungai Citarum meningkat signifikan. Tanpa bisa tertahan lagi, air sungai melimpah ke wilayah permukiman, merendam rumah warga hingga setinggi sekitar 60 sentimeter hingga satu meter di sejumlah titik.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, sebanyak 553 kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti terdampak banjir akibat jebolnya tanggul tersebut. Warga yang terdampak tersebar di lima kampung, antara lain Kampung Bendungan, Kampung Gedung Cinde, Kampung Singkil, Kampung Gedung Bokor, dan Kampung Biyombong.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriyadi, menyatakan bahwa tingginya debit air menjadi penyebab utama jebolnya tanggul. “Peningkatan debit Sungai Citarum mengakibatkan tanggul tidak mampu menahan aliran air, kemudian jebol dan menggenangi permukiman warga,” terang Dody.

Warga setempat, yang terkejut oleh luapan air mendadak di malam hari, berupaya melakukan penanganan darurat. Mereka bergotong-royong membendung aliran air dengan karung berisi tanah dan pasir serta bambu, sekaligus memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi demi mengurangi kerugian.

Banjir ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu akses jalan utama desa, sehingga aktivitas warga sehari-hari terhambat. Selain itu, ancaman dampak terhadap sektor pertanian dan perikanan juga menjadi perhatian, karena ribuan hektare tambak dan sawah di kawasan pesisir dikhawatirkan mengalami gagal panen atau kerusakan lahan akibat genangan air.

Meski banjir meluas, BPBD mencatat hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau luka serius, sementara warga yang terdampak memilih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air yang masih tinggi.

Tanggul Citarum sebenarnya telah menjadi sorotan karena titik-titik kritis di sepanjang alirannya. Di masa lalu, sejumlah titik tanggul pernah mengalami kerusakan dan menjadi ancaman banjir tahunan di wilayah Bekasi. Kondisi tanah yang rapuh dan curah hujan tinggi menjadi faktor yang memperparah risiko jebolnya tanggul di musim penghujan seperti sekarang.

Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan penanganan darurat di lokasi dengan membangun tanggul penahan sementara sambil melakukan koordinasi untuk perbaikan permanen. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak lanjutan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kejadian jebolnya tanggul kali ini menjadi pengingat akan pentingnya pembangunan infrastruktur penahan banjir yang kuat dan berkelanjutan, terutama di wilayah rawan banjir seperti Muaragembong. Banjir yang melanda ratusan rumah ini menunjukkan bahwa perubahan iklim, curah hujan ekstrem, dan tanggul yang rentan harus menjadi perhatian utama bersama antara pemerintah, masyarakat, dan jajaran teknis terkait.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Cover Art