Listeners:
Top listeners:
play_arrow
Radio Gentara Dangdutnya Indonesia
play_arrow
Gentara Campursari Campursarine Indonesia
play_arrow
Gentara Wayangan Substation Gentara Wayangan
Gunung Slamet, salah satu puncak tertinggi di Pulau Jawa dengan pesona alam yang menakjubkan, kini menjadi saksi perjuangan panjang pencarian seorang pendaki muda yang hilang sejak akhir Desember 2025. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, masih belum ditemukan meskipun upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kisah ini bermula saat Syafiq bersama rekannya Himawan Choidar Bahran memutuskan melakukan pendakian tektok — pendakian tanpa menginap — di Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada 27 Desember 2025. Namun saat perjalanan turun menuju basecamp, Himawan mengalami sakit sehingga Syafiq turun lebih dulu untuk mencari bantuan dan kemudian hilang kontak.
Tim Basarnas Semarang bersama relawan terus mengintensifkan pencarian di medan terjal Gunung Slamet. Hingga hari ini, operasi SAR telah memasuki fase lanjutan dengan pengerahan sekitar 70 personel yang dibagi ke dalam empat tim untuk menyisir area puncak hingga batas vegetasi. Personel tim terdiri dari anggota Basarnas dan sukarelawan yang memiliki kualifikasi teknis khusus, agar proses pencarian dapat berjalan efektif dan aman.
Cuaca yang kini relatif lebih cerah menjadi faktor positif dalam memperluas area pencarian yang sebelumnya sempat terkendala kondisi cuaca buruk. Fokus utama tim adalah menyisir jalur pendakian dari basecamp melalui pos-pos tertentu hingga ke area puncak yang diduga menjadi posisi terakhir korban terlihat.
Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada 5 Januari 2026, namun kemudian kembali diperpanjang selama dua hari, hingga 6–7 Januari 2026, setelah evaluasi kondisi medan dan struktur tim SAR. Keputusan ini diambil agar semua kemungkinan masih bisa diperiksa dengan cermat demi menemukan jejak korban.
Dalam pencarian ini, kekuatan pencarian bukan hanya datang dari SAR profesional, tetapi juga dukungan warga, komunitas pendaki, dan keluarga korban yang terus memantau perkembangan di lokasi. Ayah Syafiq bahkan turut ikut dalam proses penyisiran di beberapa titik, sebagai bentuk dukungan dan harapan agar anaknya segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Berbagai upaya komunikasi dengan rekan pendaki dan saksi menunjukkan bahwa Syafiq sempat mengalami kram di dekat aliran air batas vegetasi sebelum terpisah dari rekannya. Fenomena ini menjadi salah satu titik fokus tim pencari dalam memperkirakan posisi terakhir jejak korban.
Hingga kini, harapan masih menyala bagi keluarga, tim SAR, dan seluruh masyarakat yang mengikuti perkembangan pencarian ini. Posisi Gunung Slamet yang penuh tantangan serta medan yang berat menjadi hambatan besar, tetapi kerja keras tim pencari menunjukkan komitmen tinggi demi keselamatan sang pendaki. Perjuangan belum usai, dan setiap hari tim berharap bisa menemukan titik terang di tengah belantara Gunung Slamet.
Written by: Fatma Nugrahani
Gunung Slamet Pemalang Pencarian Syafiq
Post comments (0)