Listeners:
Top listeners:
play_arrow
Radio Gentara Dangdutnya Indonesia
play_arrow
Gentara Campursari Campursarine Indonesia
play_arrow
Gentara Wayangan Substation Gentara Wayangan
Jakarta — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan kebijakan penting terkait pembelajaran di sekolah yang diharapkan bisa menjadi momen pembelajaran akademik sekaligus spiritual. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan berkualitas sekaligus menjalankan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan dengan seimbang.
Aturan ini disampaikan oleh pemerintah setelah mempertimbangkan pentingnya penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter siswa, serta pemenuhan hak belajar anak secara seimbang selama bulan penuh berkah. Fokusnya tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, serta kebiasaan positif yang berakar kuat pada nilai budaya dan agama.
Kebijakan yang dirancang bertujuan untuk memberi ruang lebih luas bagi siswa dalam menunaikan ibadah Ramadhan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran mereka. Pemerintah menekankan bahwa periode ini sebaiknya dimanfaatkan sebagai waktu strategis untuk menguatkan pendidikan karakter, membangun empati, serta menanamkan nilai taqwa dalam keseharian peserta didik.
Selain itu, kebijakan ini juga selaras dengan pandangan banyak pihak bahwa Ramadhan tidak hanya soal perubahan jadwal kegiatan, tetapi juga peluang memperbaiki orientasi pendidikan secara keseluruhan — dari sekadar aspek kognitif menuju pembelajaran yang lebih bermuatan karakter dan etika. Anggota Komisi X DPR RI bahkan menekankan Ramadhan sebagai momentum refleksi untuk memperbaiki orientasi pendidikan nasional, termasuk memperkuat nilai keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.
Dalam peraturan yang dikeluarkan, sekolah diberikan fleksibilitas dalam melaksanakan pembelajaran selama Ramadhan, dengan pengaturan yang mempertimbangkan kebutuhan siswa berpuasa. Aktivitas belajar juga dirancang untuk memberi ruang pada kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga kegiatan sosial yang membangun solidaritas.
Sekolah diharapkan bisa menyeimbangkan jadwal pembelajaran akademik dan kegiatan Ramadhan tanpa memaksakan siswa melewati tingkat fizikal yang berat, sambil tetap memenuhi tuntutan kurikulum. Pendekatan ini dianggap penting untuk memberikan pengalaman pendidikan holistik yang bermakna selama bulan puasa.
Tanggapan terhadap kebijakan pembelajaran selama Ramadhan umumnya positif. Banyak pendidik dan orang tua menyambut baik penekanan pada pembentukan karakter dan nilai keagamaan. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah konkret untuk menjadikan Ramadhan bukan hanya sebagai waktu ibadah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan yang memperkaya nilai moral dan sosial siswa.
Dengan kebijakan pembelajaran selama Ramadhan yang baru ini, pemerintah berharap sekolah dapat menjadi ruang yang ramah dan mendukung bagi peserta didik dalam menyeimbangkan kegiatan belajar dan ibadah. Harapannya, pengalaman Ramadhan di sekolah bisa menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan dan karakter.
Written by: Fatma Nugrahani
Dunia Pendidikan Pendidikan Karakter Program Belajar Ramadhan 2026
Post comments (0)