Nasional

Night in Harmony Padukan Klasik dan Jazz di Griya Panigoro

todayDesember 6, 2025 82

Background
share close

Awal Desember 2025, gelaran Night in Harmony yang berlangsung di Ruang Tengah Griya Arifin Panigoro, Jakarta Selatan, menghadirkan pengalaman musikal yang hangat meski kota diguyur hujan sejak siang. Gerimis yang masih turun saat petang tak mengurangi antusias tamu yang datang mengikuti acara kolaborasi antara Medco Energy dan KLCBS ini.

Setibanya di lokasi, tamu langsung disambut atmosfer ruang yang berbeda dari konser pada umumnya. Griya Arifin Panigoro ditata seperti ruang tamu besar yang nyaman, dengan karpet bermotif, lukisan klasik, pencahayaan hijau kebiruan, serta sebuah piano Steinway & Sons yang ditempatkan sebagai pusat perhatian. Tidak ada panggung atau batas ruang—musisi tampil sejajar dengan penonton, menciptakan interaksi yang lebih dekat dan personal.

Sastrani Buka Sesi Klasik

Acara dimulai dengan penampilan soprano Sastrani, yang membawakan dua nomor dari West Side Story: “Somewhere” dan “I Feel Pretty.” Dengan teknik seriosa yang menjadi dasar kemampuannya, Sastrani menyajikan vokal jernih dan terkontrol. Pianis Randy Ryan mengiringi dengan permainan yang peka dan menjaga ruang bagi vokal untuk tetap mengalir alami.

Sastrani sebelumnya menegaskan bahwa teknik dasar vokal klasik tetap penting bagi penyanyi lintas genre. “This is the proper way of singing, the ancient time of singing,” ujarnya. Fondasi tersebut, menurutnya, harus dijaga agar penyanyi dapat berkembang ke genre apa pun tanpa kehilangan kualitas dasar.

Tenor Oswin Wilke kemudian melanjutkan sesi klasik melalui “Parla Piu Piano” dan “O Sole Mio.” Vibratonya memenuhi ruang dengan lembut, menghadirkan suasana seperti resital keluarga khas Eropa.

Peralihan ke Jazz oleh Yongky and Friends

Setelah jeda singkat, musik bergeser ke nuansa jazz bersama Yongky and Friends. Lampu diredupkan, ritme melambat, dan format pertunjukan berubah menjadi seperti jam session di ruang privat. Mereka membuka sesi dengan mengolah beberapa karya klasik ke dalam aransemen jazz yang lebih longgar. Harmoni diperlebar, ritme diberi napas, dan improvisasi menjadi unsur utama.

Yongky menyampaikan bahwa jazz dan klasik tidak sepenuhnya berjarak. “Harmoni jazz belajar dari klasik, dan klasik pun belajar dari tradisi sebelumnya,” ujarnya. Menurutnya, tugas musisi bukan memilih sisi, melainkan mencari titik temu.

Kolaborasi Klasik-Jazz yang Menjadi Sorotan

Salah satu bagian paling menarik malam itu adalah saat Sastrani kembali tampil dalam sesi jazz. Dengan pendekatan vokal yang lebih lentur, ia membawakan lagu dalam irama jazz yang didukung kontrabas, gitar, dan perkusi lembut. Pertemuan karakter vokal klasik dengan improvisasi jazz menciptakan warna baru yang mendapat respons positif dari tamu.

Sesi jazz kemudian dilanjutkan dengan sejumlah nomor populer seperti “All the Things You Are,” “It Might Be You,” dan “The Lady Wants to Know.” Aransemen yang lebih santai membuat bagian akhir acara terasa hangat dan akrab.

Ketika gerimis akhirnya berhenti di luar, gema musik masih terasa di dalam ruangan. Night in Harmony berhasil menunjukkan bahwa klasik dan jazz bisa saling melengkapi—dua karakter musik yang berbeda namun mampu bertemu dalam satu ruang, tanpa harus kehilangan identitas masing-masing.

Written by: admin

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Cover Art