Kabar Wonogiri

Wonogiri Tebar 115.000 Benih Ikan di Waduk Gajah Mungkur

todayApril 29, 2026 15

Background
share close

Pagi itu, riak air di Waduk Gajah Mungkur tampak berbeda. Bukan hanya perahu nelayan yang berlayar, tetapi juga harapan yang perlahan ditebar ke dalam air—sebanyak 115.500 ekor benih ikan.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP), Pemerintah Kabupaten Wonogiri kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan penebaran benih ikan ini dilakukan secara simbolis di kawasan waduk yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat Wonogiri. Tak sekadar seremoni, aksi ini menjadi langkah strategis untuk menjaga populasi ikan sekaligus mendukung kebutuhan pangan berbasis protein hewani.

Plt Kepala DKPKP Wonogiri, Niken Kuntarti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketersediaan ikan di perairan sekaligus menjaga ekosistem waduk agar tetap seimbang. Dengan jumlah benih mencapai ratusan ribu ekor, diharapkan hasil tangkapan nelayan ke depan bisa meningkat.

Lebih dari itu, penebaran benih ikan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan. Waduk Gajah Mungkur selama ini menjadi tumpuan bagi ratusan bahkan ribuan nelayan lokal. Jika populasi ikan tidak dijaga, maka bukan hanya ekosistem yang terganggu, tetapi juga mata pencaharian masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan berbagai program restocking ikan yang telah dilakukan sebelumnya. Penebaran benih ikan terbukti mampu menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan produktivitas perikanan di perairan umum.

Namun di balik upaya tersebut, muncul tantangan yang tidak bisa diabaikan. Kondisi perairan Waduk Gajah Mungkur di beberapa titik masih menghadapi persoalan pencemaran, terutama akibat sampah yang terbawa aliran sungai. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan ikan dan kualitas lingkungan.

Karena itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan waduk. Upaya pelestarian tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak—baik pemerintah, nelayan, maupun warga sekitar.

Penebaran benih ikan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan simbol kolaborasi antara manusia dan alam. Sebuah pengingat bahwa sumber daya alam harus dikelola dengan bijak agar dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Di balik angka 115.500 ekor benih ikan, tersimpan harapan besar: meningkatnya kesejahteraan nelayan, terjaganya ekosistem, dan terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat.

Dan di permukaan Waduk Gajah Mungkur, harapan itu kini berenang—menunggu waktu untuk tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *