Kabar Dangdut

Rizki DA Berangkat Haji Gantikan sang Ayah

todayApril 27, 2026 13

Background
share close

Langit pagi di Asrama Haji Medan terasa berbeda. Di antara ratusan calon jemaah yang bersiap menuju Tanah Suci, langkah Rizki Syafaruddin terlihat penuh makna. Bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan hati—membawa amanah yang tak biasa.

Rizki, yang dikenal sebagai penyanyi dangdut jebolan Dangdut Academy, tahun ini berangkat haji bersama sang ibunda. Namun keberangkatan itu bukan hanya miliknya. Ia datang membawa satu niat besar: menggantikan posisi ayahnya, Abdul Muthalib Pily, yang telah wafat pada 2021.

Semua bermula dari sebuah porsi haji yang telah didaftarkan sang ayah sejak 2013. Waktu berjalan, hingga takdir berkata lain. Sang ayah lebih dulu berpulang sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima itu. Dalam suasana duka, keluarga pun dihadapkan pada keputusan besar—siapa yang akan melanjutkan amanah tersebut.

Dalam tradisi keluarga, kesempatan itu semestinya diberikan kepada saudara yang lebih tua. Namun satu per satu belum siap. Hingga akhirnya, takdir mengarah kepada Rizki. Dengan penuh keikhlasan, ia menerima amanah tersebut sebagai bentuk bakti seorang anak kepada orang tua.

“Ini pelimpahan dari orang tua… saya yang berangkat menggantikan,” ungkapnya.

Perjalanan ini bukan tanpa ujian. Di tengah jadwal keberangkatan, justru banyak tawaran pekerjaan datang silih berganti. Namun Rizki memilih menomorsatukan panggilan ibadah. Ia rela meninggalkan peluang karier demi menjalankan amanah spiritual yang lebih besar.

Bagi Rizki, haji kali ini bukan sekadar ibadah pribadi. Ia berharap setiap langkah, doa, dan ibadahnya bisa menjadi aliran pahala untuk sang ayah. Meski secara syariat ia belum bisa membadalkan haji untuk ayahnya karena ini adalah haji pertamanya, niat tulus itu tetap ia genggam erat.

Di samping itu, keberangkatannya juga menjadi momen kebersamaan yang hangat bersama sang ibu. Ia tak hanya menjalankan amanah ayah, tetapi juga menjadi pendamping bagi ibunda tercinta dalam perjalanan spiritual yang panjang.

Kisah Rizki DA ini menjadi pengingat sederhana namun dalam: bahwa cinta seorang anak kepada orang tua tak berhenti meski waktu memisahkan. Dalam setiap langkah menuju Tanah Suci, tersimpan doa, rindu, dan harapan yang terus hidup.

Karena sejatinya, ibadah bukan hanya tentang diri sendiri—tetapi juga tentang mereka yang kita cintai, yang ingin kita bahagiakan, bahkan hingga ke langit.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *