Kabar Dangdut

Rhoma Irama Meriahkan Mappanre Ri Tasie Tanah Bumbu

todayApril 15, 2026 26

Background
share close

Di pesisir selatan Kalimantan Selatan, tepatnya di Pantai Pagatan, semangat budaya kembali hidup dalam balutan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Pesta Adat Mappanre Ri Tasie bukan sekadar perayaan, tetapi wujud syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah.

Tahun 2026 menjadi semakin istimewa. Di tengah khidmatnya prosesi adat, panggung hiburan akan diwarnai oleh kehadiran sang legenda dangdut, Rhoma Irama bersama Soneta Group.

Kehadiran Rhoma Irama menjadi magnet tersendiri. Bukan hanya bagi pecinta dangdut, tetapi juga masyarakat luas yang ingin merasakan perpaduan antara tradisi lokal dan musik nasional dalam satu panggung. Ia dijadwalkan tampil pada 18 April 2026, menyemarakkan rangkaian acara di Pantai Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu.

Pesta Adat Mappanre Ri Tasie sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Bugis yang telah lama menetap di kawasan tersebut. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut, sekaligus doa agar para nelayan selalu diberi keselamatan.

Prosesi adat biasanya diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ritual laut, arak-arakan, hingga pertunjukan seni budaya. Kehadiran hiburan modern seperti konser dangdut menjadi pelengkap yang memperluas daya tarik acara.

Dengan tampilnya Rhoma Irama, suasana dipastikan semakin meriah. Lagu-lagu legendarisnya yang sarat pesan moral dan religi akan berpadu dengan semangat kebersamaan masyarakat pesisir.

Tak hanya hiburan, momen ini juga menjadi ruang pertemuan budaya. Tradisi lokal yang kuat berpadu dengan musik dangdut yang telah menjadi bagian dari identitas nasional Indonesia.

Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Informasi mengenai kehadiran Rhoma Irama bersama Soneta Group telah beredar luas dan disambut dengan penuh semangat oleh warga setempat maupun pengunjung dari luar daerah.

Pesta ini bukan hanya milik masyarakat Tanah Bumbu, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengundang banyak orang untuk datang dan mengenal tradisi lokal lebih dekat.

Di tengah gemuruh ombak Pantai Pagatan, satu hal menjadi jelas—bahwa budaya dan musik bisa berjalan berdampingan, saling menguatkan, dan menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan.

Dan ketika suara Rhoma Irama menggema di tengah pesta adat, itu bukan sekadar hiburan. Itu adalah pertemuan antara warisan leluhur dan irama masa kini—yang bersama-sama menjaga denyut budaya tetap hidup.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Cover Art