Kabar Dangdut

Rhoma Irama Soroti Royalti Dangdut Anjlok Drastis

todayApril 9, 2026 19

Background
share close

Industri musik dangdut Indonesia tengah menghadapi gelombang kegelisahan. Di tengah gemerlap panggung dan popularitas yang tak pernah pudar, para musisi justru dihadapkan pada kenyataan pahit: royalti yang menurun drastis.

Raja dangdut, Rhoma Irama, angkat suara. Dalam sebuah pertemuan bersama sejumlah lembaga musik di Depok, ia menyoroti kondisi yang dinilai tidak wajar—pendapatan royalti yang sebelumnya mencapai miliaran rupiah kini merosot tajam menjadi sekitar Rp25 juta.

Penurunan ini bukan sekadar angka. Bagi ratusan musisi yang menggantungkan hidup dari royalti, kondisi ini menjadi pukulan berat, terlebih menjelang momen penting seperti Lebaran. “Bayangkan, yang biasanya miliaran, kini hanya Rp25 juta untuk dibagi ke ratusan anggota,” ungkap Rhoma dengan nada prihatin.

Keresahan ini tidak datang tanpa sebab. Rhoma menilai ada persoalan serius dalam sistem pengelolaan royalti yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Ia menyoroti kurangnya transparansi serta ketidakjelasan dalam masa transisi aturan baru terkait hak cipta.

Menurutnya, sistem baru yang diterapkan belum sepenuhnya matang dan minim sosialisasi kepada para pelaku industri. Hal ini menimbulkan kebingungan, bahkan kekisruhan dalam proses distribusi royalti.

Sebagai sosok yang telah puluhan tahun berkarya di dunia dangdut, Rhoma tidak hanya mengkritik, tetapi juga menunjukkan empati. Ia bahkan menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp100 juta untuk membantu para musisi yang terdampak penurunan royalti tersebut.

Langkah ini menjadi simbol solidaritas di tengah ketidakpastian. Namun di balik itu, ada pesan kuat yang ingin disampaikan: pentingnya sistem yang adil, transparan, dan berpihak pada para pelaku seni.

Bagi Rhoma, musik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga sumber penghidupan bagi banyak orang. Ketika sistem tidak berjalan dengan baik, maka dampaknya dirasakan langsung oleh para musisi, pencipta lagu, hingga pekerja di balik layar.

Ia pun berharap, pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi royalti. Selama masa transisi regulasi, ia menekankan agar tetap mengacu pada aturan yang jelas demi menjaga stabilitas industri musik.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, ada perjuangan yang tak selalu terlihat. Dan di tengah perubahan zaman, keadilan bagi para seniman tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

 

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Cover Art