Listeners:
Top listeners:
play_arrow
Radio Gentara Dangdutnya Indonesia
play_arrow
Gentara Campursari Campursarine Indonesia
play_arrow
Gentara Wayangan Substation Gentara Wayangan
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonogiri memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Selogiri. Material longsor yang menutup badan jalan membuat akses penghubung antara Desa Pare dan Desa Keloran sempat lumpuh total, sehingga aktivitas warga terganggu.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Selogiri selama beberapa jam. Tanah di area tebing yang berada di sekitar jalan desa menjadi labil dan akhirnya longsor, menutup hampir seluruh badan jalan yang menjadi jalur vital masyarakat. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas untuk sementara waktu.
Jalur Pare–Keloran sendiri merupakan akses penting bagi mobilitas warga. Setiap hari, jalan ini digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian dari desa menuju pusat kecamatan maupun pasar. Ketika material tanah dan bebatuan menutup jalan, aktivitas warga pun terpaksa terhenti.
Pemerintah setempat bersama warga segera melakukan penanganan darurat setelah kejadian tersebut. Aparat desa, relawan, serta unsur pemerintah kecamatan turun langsung ke lokasi untuk membersihkan material longsor secara bergotong royong. Beberapa alat sederhana digunakan warga untuk menyingkirkan tanah yang menutup jalan agar akses bisa kembali dilalui.
Selain kerja bakti warga, pihak terkait juga melakukan pemantauan kondisi tebing di sekitar lokasi longsor. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Wonogiri masih cukup tinggi pada musim penghujan.
Wilayah Selogiri sendiri dikenal memiliki kontur tanah berbukit dan lereng yang cukup curam. Kondisi geografis tersebut membuat beberapa desa di wilayah ini rawan mengalami bencana tanah longsor, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.
Meski sempat melumpuhkan akses utama antardesa, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah material longsor berhasil dibersihkan, jalur Pare–Keloran secara bertahap kembali bisa dilalui warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di wilayah perbukitan. Pemerintah daerah juga terus mengimbau warga agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta segera melapor jika muncul retakan tanah atau tanda-tanda longsor.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampaknya terhadap kehidupan warga dapat diminimalkan.
Written by: Fatma Nugrahani
Lokal Wonogiri Longsor Selogiri
Post comments (0)