Kabar Wonogiri

Anak Muda Seru-seruan Belajar Sejarah di Geopark Karst Wonogiri

todayFebruari 3, 2026 26

Background
share close

WONOGIRI — Puluhan anak muda antusias mengikuti “Wonogiri Historical Trip”, sebuah kegiatan belajar sejarah dan eksplorasi peninggalan peradaban kuno di kawasan karst Wonogiri yang digelar di sejumlah lokasi menarik pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman wisata, tetapi juga ajang edukasi sejarah yang seru bagi generasi muda.

Acara ini dilaksanakan oleh Paguyuban Duta Wisata Wonogiri (Pendawa Giri) dan melibatkan sekitar 60 peserta dari kalangan anak muda, yang diajak menjelajahi warisan sejarah alam dan budaya yang tersebar di Geopark Gunung Sewu, terutama di kawasan Pracimantoro. Para peserta diajak mempelajari sejarah bentang alam karst dan jejak peradaban kuno yang tersimpan di area lembah Bengawan Solo Purba.

Peserta trip mendapatkan kesempatan unik untuk mengulik asal-usul bentang karst serta peranannya dalam perkembangan kehidupan manusia di masa lalu. Selain itu, mereka juga mengeksplorasi berbagai objek sejarah dan geosite menarik seperti Museum Karst Indonesia, Gua Potro Bunder, serta tempat-tempat spiritual seperti Pura Jagat Spiritual, sambil menyimak penjelasan narasumber tentang nilai sejarah dan geologi kawasan.

Menurut panitia, tujuan kegiatan ini adalah untuk membangkitkan semangat anak muda dalam memahami sejarah bangsa dan warisan alamnya sendiri. Tidak hanya membaca buku, tetapi langsung merasakan pengalaman belajar di lapangan membuat sejarah terasa lebih hidup — bahkan bagi mereka yang selama ini mungkin hanya mengenal sejarah secara teori di sekolah.

Karena kawasan karst Wonogiri merupakan bagian dari Geopark Gunung Sewu, yang juga meliputi bagian wilayah Yogyakarta dan Pacitan, area ini menyimpan banyak nilai sejarah geologi serta ekosistem yang unik. Karst ini terbentuk jutaan tahun lalu dan menjadi saksi perubahan alam yang panjang — fakta yang membuat kegiatan trip ini bukan hanya menarik, tetapi juga bernilai ilmiah dan kultural.

Serunya suasana trip, gabungan antara belajar dan petualangan, juga diunggah oleh peserta di media sosial mereka sehingga inspirasi ini menjalar ke anak muda lain yang ingin mengenal sejarah lewat cara yang menyenangkan. Pendawa Giri berharap kegiatan seperti ini akan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak generasi muda di tahun-tahun mendatang.

Kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata bahwa belajar sejarah tidak harus selalu di balik buku, tetapi bisa juga melalui pengalaman langsung di lokasi bersejarah yang menyimpan cerita tentang perjalanan panjang peradaban manusia dan keindahan alam Indonesia.

Written by: Fatma Nugrahani

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Cover Art