Listeners:
Top listeners:
play_arrow
Radio Gentara Dangdutnya Indonesia
play_arrow
Gentara Campursari Campursarine Indonesia
play_arrow
Gentara Wayangan Substation Gentara Wayangan
Kabar duka menyelimuti komunitas pendaki Indonesia dan keluarga besar Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang saat mendaki Gunung Slamet pada akhir Desember 2025. Setelah pencarian panjang selama 17 hari, jasad Syafiq akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu, 14 Januari 2026 di lereng selatan gunung tersebut, menandai berakhirnya upaya yang penuh harapan dan perjuangan.
Syafiq memulai pendakian pada 27 Desember 2025 bersama temannya, Himawan Haidar Bahran, melalui jalur Basecamp Dipajaya di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Keduanya disebut merencanakan pendakian harian atau tektok, namun mereka tak kunjung turun sesuai jadwal. Himawan berhasil ditemukan selamat di pos pendakian beberapa hari setelah dinyatakan hilang, namun keberadaan Syafiq tetap menjadi misteri hingga operasi intensif digelar.
Operasi pencarian melibatkan berbagai elemen SAR gabungan, relawan pecinta alam, dan komunitas pendaki yang tak kenal lelah menyisir jalur-jalur pendakian, punggungan Gunung Malang, dan area pegunungan di sekitar Kawasan Watu Langgar. Tim juga dihadapkan pada medan yang sulit dan perubahan cuaca, namun semangat kolektif untuk menemukan Syafiq tak pernah surut.
Pada hari ke-17 pencarian, pukul 10.22 WIB, tim berhasil menemukan jasad Syafiq di jalur punggungan Gunung Malang, sekitar area Batu Watu Langgar. Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR dengan penuh kehati-hatian karena medan yang cukup berat.
Penemuan ini disambut rasa haru dan duka oleh keluarga, sahabat, serta komunitas pendaki yang memantau perkembangan pencarian sejak awal. Upaya yang tak kenal lelah dari tim SAR dan relawan menunjukkan solidaritas sosial yang kuat di antara para pencinta alam Indonesia.
Syafiq merupakan sosok pendaki muda yang penuh semangat, dan meskipun perjalanannya berakhir tragis, kisahnya menjadi pengingat pentingnya persiapan matang, kewaspadaan, serta kerja sama dalam setiap kegiatan di alam bebas. Banyak pihak menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas dedikasi relawan yang terus melanjutkan pencarian bahkan setelah operasi SAR resmi berakhir.
Kisah Syafiq Ali telah meninggalkan jejak emosi yang mendalam bagi keluarga, teman, serta masyarakat luas. Ini juga menjadi momentum evaluasi bagi komunitas pendaki tentang pentingnya keselamatan, perencanaan matang, serta komunikasi yang baik selama pendakian. Di tengah duka, banyak yang berharap bahwa tragedi ini akan meningkatkan kepedulian terhadap protokol keselamatan pendakian dan kesiapan tim SAR di masa mendatang.
Meski Syafiq telah tiada, semangatnya menjelajahi alam yang tinggi akan terus dikenang — sebagai pemuda yang berani dan penuh rasa ingin tahu, serta sebagai pengingat bagi semua pecinta alam akan tanggung jawab besar ketika menghadapi tantangan alam bebas.
Written by: Fatma Nugrahani
Ditemukan Gunung Slamet Pendaki Syafiq Ali
Post comments (0)